Selasa, 08 Mei 2018

Awas Demam




Demam, satu kata yang sering kita dengar dan pernah dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan hanya memberi obat penurun panas dan istirahat yang cukup, kita yakin akan sembuh dari demam. Namun, bagaimana jika mendengar kata “Akut”. Tentunya pendapat kita akan berubah. Kata akut terasa begitu mengerikan, yang ada dalam terbayang  kita adalah akhir atau pun kondisi makin parah dari sebelumnya. Agar tidak menjadi salah paham dan salah pengertian, mari kita mengenai apa itu demam akut.

Demam adalah suatu kondisi dimana tubuh sedang berjuang melawan penyakit ataupun kuman  yang menyerang. Demam sendiri dapat disebabkan oleh infeksi ataupun non infeksi. Walaupun pada awalnya demam merupakan satu penyakit yang menakutkan. Namun, seiring berjalannya waktu, demam semakin mudah disembuhnya. Munculnya bermacam-macam demam, maka penanganan dan pencegahannya pun berbeda termasuk gejala yang timbul. Demam yang awalnya kita anggap sepele dapat berubah menjadi demam akut dan akhirnya demam kronis.

Demam pada umumnya dapat ditangani di rumah, kecuali pada kasus-kasus tertentu seperti demam pada bayi atau balita. Sebagian besar penyebab demam adalah karena infeksi virus yang tidak memerlukan pengobatan antibiotik Namun hal itu tidak berarti demam tidak memerlukan penanganan lebih serius, apalagi jika menimpa bayi atau balita. Pada bayi dibawah tiga bulan, jika mengalami demam harus secepatkan diperiksa oleh dokter. Sedangkan demam pada bayi yang berusia enam bulan keatas, harus diperiksa dalam jangka waktu 24 jam atau secepatnya disaat kondisi semakin memburuk.

Mengingat demam merupakan tanda atau alarm tubuh yang sedang berjuang melawan penyakit, infeksi, cedera maupun peradangan maka bunda perlu memperhatikan gejala yang timbul pada anak sehingga dapat membedakan antara demam akut dan demam kronis.
Sekarang kita membahas apa itu demam akut dan demam kronis:

1.      Demam akut.
Adalah demam yang biasanya berlangsung selama atau kurang dari tujuh hari. Demam akut dapat atau sering disebabkan oleh infeksi seperti infeksi saluran pernafasan yaitu infeksi virus seperti flu atau pilek. Infeksi lainnya penyebab demam akut adalah infeksi saluran pencernaan, infeksi telinga, infeksi sinus, infeksi saluran kemih, infeksi bakteri juga pneumonia. Jarang sekali demam akut disebabkan oleh efek samping dari vaksinasi atau imunisasi, infeksi bakteri atau virus di otak, meningitis dan konsumsi obat-obatan tertentu. 

2.      Demam kronis.
Biasanya berlangsung lebih lama dari demam akut yaitu lebih dari tujuh hari. Dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus juga penyakit seperti hepatitis, pneumonia, sinusitis, tuberculosis, infeksi saluaran cerna akibat bakteri atau parasit. Demam kronis bisa juga diakibatkan oleh penyakit non infeksi seperti leukemia.


Dengan sekarang kita telah mengetahui lebih banyak mengenai demam, baik demam ringan, demam akut maupun demam kronis, diharapkan kita dapat lebih cepat dalam penanganan. Semoga tulisan ini dapat sedikit membantu.

13 komentar:

  1. Kalau anak saya dulu sering deman ketika habis imunisasi mba, itu demam apa namanya yah? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, saat anakku kecil juga suka demam kalau abis di imunisasi dan itu wajar terjadi.

      Hapus
  2. Sebetulnya demam itu bukan penyakit, melainkan gejala penyakit. Jadi memang perlu dutelusuri apa penyebab demamnya, apakah infeksi atau non-infeksi. Dan sebisa mungkin jangan sampai tunggu 7 hari teh. Tiga hari demam gak turun langsung ke dokter ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung ada bu dokter disini, makasih infonya bu dokter

      Hapus
  3. Paling resah kalau anak demam. Simbok harus stenbai memastikan anak nyaman dan demamnya reda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba, harus siap2 begadang deh.

      Hapus
  4. Demam memang selalu bikin galau ibu.tapi setidaknya kita harus mengenali gejala demam pada anak agar tepat penanganannya untuk selanjutnya dibawa ke dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba, karena sekarang banyak demam dengan berbagai gejala yang berbeda.

      Hapus
  5. Saya paling stres kalo anak demam, biasanya gak mau makan minum plus mulutnya sensitif obat. Hiiks.

    BalasHapus
  6. Ana-anak saya punya asma. Dulu, kalau sudah kambuh disertai demam tinggi benar-benar sudah bikin kekhawatiran saya menjadi-jadi. Syukurlah ketika makin besar dan kekebalan tubuh meningkat mereka sudah jarang kambuh lagi :)

    BalasHapus
  7. Bener Mbak, kalau denger kata akut, pasti jadi takut. Kesannya itu, udah parah banget. Padahal ada yang harus lebih diwaspadai ya, yaitu kronis.

    BalasHapus
  8. Wahhh, anak saya terhitung jarang demam, namun tetep aja kuatir mbak... Untungnya kalau ga merasa sakit banget, dia tetep makan minum kaya biasa.

    BalasHapus
  9. Aku paling ga betah kalau lagi sakit. Haduh dikit2 minum obat, meski sekadar demam. Apalagi kalau yang demam anak teh, bingung sendiri. Oh iya terima kasih infonya. Saya baru tahu macam2 demam

    BalasHapus