Rabu, 19 September 2018

Balada Si Duren



Karya duet : Dian Rahayu dan Dina Rosdiana

Pardi membetulkan letak dasinya. Mematut diri di depan kaca besar itu sudah dilakukannya enam kali dalam satu jam terakhir. Maklumlah...hari ini adalah hari pernikahan keempatnya. Keempat? Ya....keempat. Di usianya yang baru 30 tahun sudah tiga kali Pardi menyandang status "duren" alias duda keren.  

Pardi sebetulnya tidak terlalu ganteng. Tapi senyum manis dengan lesung pipit itu sungguh menggoda iman gadis-gadis di kampungnya. Keramahannya juara. Sopan santunnya top. Untuk ukuran lelaki muda,  Pardi paling pintar membawa diri. Meski cuma lulusan SMA, Pardi yang berotak encer anak pemilik toko bahan bangunan ternama itu sudah bisa membangun bisnis sendiri. Beternak lele! Lele Pardi sudah dibawa ke banyak desa. Kegemarannya makan lele dan semangat bisnisnya yang luar biasa, ditambah perangainya yang menawan, berhasil menjadikan Pardi pengusaha sukses.

Sayangnya kesuksesannya berbisnis tidak berbanding lurus dengan kesuksesannya mengarungi bahtera rumah tangga.
Rukmini, istri pertama Pardi, adalah perempuan paling cantik yang tinggal satu desa dengan Pardi. Sejak sebelum menikah Pardi tahu Rukmini hobi belanja. Tapi Pardi tak mengira hobi istrinya itu menjadi-jadi setelah menikah. Ke mana saja pergi, matanya selalu lapar. Selalu saja ada yang dibeli. Dan parahnya, tidak semua yang dibeli adalah kebutuhan! Pardi terpaksa menceraikan Rukmini di tahun pertama pernikahannya. Pardi terlalu stres dengan tabiat istrinya yang terus menghambur-hamburkan uang.

Tak sampai setahun menduda, Pardi sudah menikah lagi. Istri keduanya juga cantik. Anak teman ayahnya yang tinggal di Surabaya. Namanya Indah. Sebagai gadis kota, Indah tergolong "kalem." Pardi suka karena Indah tak hobi belanja. Tidak seperti Rukmini, istri pertamanya, Indah perempuan yang pandai berhemat. Dia suka menabung. Dan bunga cinta di hati Pardi bermekaran karena istrinya bukan istri yang boros. 

Tapi tiga bulan setelah menikah Pardi baru menyadari bahwa Indah dinikahkan dengan dirinya karena ibu mertuanya hobi belanja. Parahnya, Indah selalu meminta uang lebih untuk memenuhi hasrat belanja ibunya. Pardi dilanda pilu. Mau mengadu pada ibunya dia malu. Hatinya bagai teriris sembilu saat Indah minta cerai karena Pardi jadi perhitungan tiap kali dimintai uang untuk belanja ibu mertuanya. 

Pardi mulai trauma dengan pernikahan. Tapi desakan ibunya tak mampu ditolaknya. Kali ini dia dijodohkan dengan Murni. Gadis manis anak teman pengajian ibunya. Pada hari yang disepakati, Pardi berangkat ke rumah calon istrinya beserta rombongan. Namun siapa sangka...tepat lima menit setelah akad nikah, di depan rumah Murni ada tiga orang polisi mencari Murni dan menggelandangnya ke kantor polisi. Ternyata Murni terlibat kasus penggelapan uang di toko tempatnya bekerja. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya sampai belasan juta. Usut punya usut, ternyata uangnya digunakan Murni untuk belanja! Pardi kalut. Stres melanda jiwanya. Tak ada yang menduga, akhirnya dia menduda sampai tiga kali. Kali ini dia benar-benar trauma dengan pernikahan. Teramat terluka! 

Beberapa bulan berselang, Pardi dijodohkan lagi oleh ibunya. Kali ini Pardi menelisik betul bagaimana tabiat perempuan yang akan dinikahinya. Meski luka lama belum sembuh, memandang paras cantik Isti calon istrinya, hati Pardi luluh. Dia menaruh sejumput harapan, semoga calon istrinya itu tidak seperti yang sudah-sudah. 

Akhirnya sampailah Pardi pada hari ini, hari yang mendebarkan baginya. Pardi tak mau menduda untuk yang keempat kalinya. Diantar paman dan bibinya, berangkatlah Pardi ke rumah calon istrinya. Sejurus kemudian....

"Sah?" tanya Pak Penghulu

"Saaah..! jawab seluruh undangan riuh. 

Ceria di wajah Pardi pun bertambah. Syukur tiada henti, karena akhirnya mampu memungut kembali semangat berumah tangga yang luntur karena trauma.

Tapi Pardi merasa ada seseorang yang sejak tadi memandangnya tanpa henti. Seorang perempuan. Ah masa iya ada pengagum rahasia di hari akad nikahku, begitu pikir Pardi. Pardi tak kuasa menahan rasa ingin mendatangi perempuan itu. Maka melangkahlah Pardi menuju perempuan berkerudung pink di pojok kanan ruang tamu itu. 

Alangkah terkejutnya Pardi.

"Ruk...Rukmini..." mata Pardi terbelalak melihat sosok mantan istrinya itu.

"Kamu di sini?" tanya Pardi terbata

"Iya Mas...aku kakak sepupu Isti, istri barumu itu",  jawab Rukmini datar.

Seketika Pardi merasa bumi berputar. Pandangannya kabur. Pardi terlalu takut akan tabiat boros perempuan. Dan dia mengira Isti pasti sama dengan Rukmini. Sama borosnya. Dia juga tak ingin menyandang status duda lagi. Trauma itu merenggut kesadaran Pardi. Semenit kemudian beberapa orang mengangkat tubuh lemas Pardi. Ia pingsan ditengah meriahnya pesta.

End.
Cc. Nurdianah Dixit

* Dian Rahayu
Perempuan penyayang, ibu lima anak, editor, penggemar literasi yang ingin terus belajar dan berkarya

* Dina Rosdiana
Ibu tiga anak, penulis, blogger

#DuetMakMood
#MakMoodMenulis
#TantanganMakMoodMenulis6

25 komentar:

  1. Istri ke empat nggak hobi belanja, cenderung irit. Tapi suka minta uang ke Pardi buat belanja Kakak sepupunya hahaha ...

    BalasHapus
  2. wah Pardi ...Pardi ...nasibmu tragis sekali.
    Itu nikah bolak-balik syukurnya enggak ada anaknya...:D

    BalasHapus
  3. Waduuuh ... Habis gitu, gak cuma istrinya yang hambur-hamburin duit, tapi juga sepupu dan mertuanya. Modaaar kui lama-lama si Pardi

    BalasHapus
  4. Wkwkwkwk aku ngakak baca ceritanya
    Pardi oooh pardi
    Istri keempat gak suka belanja tapi sepupunya suka pinjam uang ke istri pardi buat belanja hihi

    BalasHapus
  5. Cuma mau menepuk pundak Pardi sambil bilang "Salah pilih lagi kan?" hhahahaha

    BalasHapus
  6. Kasihan Pardi,harus gimana lagi ya? Masa menduda lagi terus ga nikah-nikah sich gara-gara empat Kali. Lingkungannya tukang belanja hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suruh pindah ke pondok pesantren aja ya mba, aman kayaknya.

      Hapus
  7. Pardi oh Pardi nasibmu tak sejalan dengan rizkimu. Kasihan ya hehehe di kelilingi wanita matre

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya yang salah justru di pardi nya nih, magnetnya ke perempuan tukang shopping mlulu.hehe

      Hapus
  8. wkwkkw gokil abis, parah. Duren oh duren...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo siapa mau daftar, duren nih. Hahaha

      Hapus
  9. Ihihihihi Pardiii .. Pardi. Speechless dah guwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga akan nemu model kaya pardi begini mba, wkwkwk

      Hapus
  10. Pardi si duda keren yang merasa salah pilih istri. Mending "sorangan" bae lah kalau tak siap menanggung resiko punya istri yang berembel-embel boros karena orang disekelilingnya. Plis deh Pardi...😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending sedekahin aja hartanya, siapa tau dpt jodoh anak ustad.hehe

      Hapus
  11. Pardiii, gapapa lah istrinya belanja agak banyakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kali2 ya mba, asal ga kebablasan aja. Qiqiqi

      Hapus
  12. Hihiii kocak! Pardi makin stress tuh ketemu lagi dengan Rukmini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya itu butuh trauma healing yang extra ya mba, hehe

      Hapus
  13. Mba bikin ceritanya komedi bangeeet, alurnya bagus bacanya bikin nagih hihi. Sukaaa. Mas pardi kesian amat sih Ya Allah, nasibnya wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan bisa bikin ketawa mba, semoga dikenyataan ga ada yang nasibnya sama kaya pardi.

      Hapus
  14. Ya Alloh, kasian amat di Pardi. Dia perlu konsultasi ke Terapis untuk memulihkan traumanya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nasib pardi, barangkali mau dijodohkan dengan saudara mba? Hehe

      Hapus
  15. Hahaha... Lucu nih ceritanya. Kasihan juga ya si pardi

    BalasHapus