Membangun Ekonomi Sirkular Indonesia dengan Bank Sampah

 


Kata Bank Sampah telah banyak dan biasa didengar oleh berbagai kalangan masyarakat tapi masih ada saja yang belum mengetahuinya. Beberapa masyarakat di daerah kecil bahkan perkotaan juga tak mengenal istilah Bank Sampah. Padahal Bank Sampah dapat menambah penghasilan sebagai ekonomi sirkular Indonesia juga meningkatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Berbagai edukasi lingkungan dilakukan oleh banyak pihak, bukan hanya pemerintah dan institusi pendidikan, beberapa yayasan atau organisasi sosial juga ikut terlibat. Beberapa kota dan kabupaten di Indonesia telah memiliki banyak Bank Sampah Unit sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran. Dengan kehadiran Bank Sampah tersebut, diharapkan masyarakat lebih peduli, lingkungan lebih terjaga kebersihan, serta kesehatan yang terus terjaga.

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat terbukti lebih efektif dan efisien dengan terus memberikan pengarahan dan edukasi lingkungan. Masyarakat melakukan dengan sukarela tanpa merasa terbebani, apalagi terdapat nilai rupiah didalamnya. Masyarakat belajar memilih dan memilah sampah sejak di rumah dan mengajarkan pada semua anggota keluarga juga.

Bukan itu saja, masyarakat juga mengetahui bahwa sampah bernilai ekonomi yang dapat menambah penghasilan bagi mereka. Dengan begitu masalah sampah yang terus menumpuk di TPA dapat teratasi sedikit demi sedikit. Meskipun tidak instan dan membutuhkan banyak kerja keras dari semua pihak, akan tetapi hasilnya mulai terasa. Sampah rumah tangga yang biasanya menumpuk, kini mulai berkurang dan justru menjadi ekonomi sirkular Indonesia.

Kini bukan hanya edukasi yang dilakukan di kalangan masyarakat atau rumah tangga, tapi juga sekolah-sekolah. Menanamkan kesadaran sejak usia dini menjadi salah satu program didunia pendidikan Indonesia. Salah satunya program Sekolah Peduli Lingkungan yang memberikan edukasi agar para siswa lebih sadar dan peduli.

Tak sedikit sekolah yang memiliki Bank Sampah sehingga para siswa dapat lebih berperan dalam menjaga lingkungan. Bukan itu saja, para siswa yang menyetorkan sampah daur ulangpun akan bisa memiliki tabungan rupiah. Beberapa bank BUMN telah bekerja sama dalam menyediakan tabungan untuk mencairkan  nilai rupiah dari tabungan sampah para siswa.



Bahkan beberapa kampus atau institusi pendidikan kini melakukan Living Laboratory Ekonomi Sirkular. Sebuah program untuk meminimalkan sampah secara langsung di tengah masyarakat. Program yang melibatkan pemerintah, akademis, pelaku industri, dan masyarakat sekitar. Merupakan sebuah program edukasi, penelitian, juga menemukan solusi daur ulang sampah yang lebih efektif tanpa  menghilangkan nilai sumber daya.

Salah satunya adalah program Oxbow, yang diprakarsai oleh YSBI atau Yayasan Solusi Bersinar Indonesia. Sebuah organisasi sosial memberikan edukasi dan pengelolaan sampah berbasis laboratorium hidup di Bandung. Masyarakat mengetahui apa saja manfaat dari pengelolaan sampah dan bagaimana menambah penghasilan.

Sebuah edukasi yang langsung  melakukan praktek di masyarkat seperti  kawasan bantaran sungai, perkampungn, hingga TPS3R.  Ekonomi sirkular Indonesia yang kini mulai berkembang dan merambah ke berbagai daerah. Manfaatnya telah terasa selama beberapa tahun ini, salah satunya melalui program dari Bank Sampah Induk Bersinar.

Bank Sampah Induk Bersinar menargetkan 1.000 unit dan kini telah berdiri 547 Bank Sampah Unit yang menjadi penggerak perubahan. Meskipun baru bergerak di Kota dan Kabupaten Bandung, akan tetapi telah terasa manfaatnya bagi kalangan masyarakat sekitar. Setiap sampah yang disetor oleh  warga sekitar ke Bank Sampah, akan ditimbang, dicatat dan nantinya nilai yang terkumpul akan dapat dirupiahkan.

Pada akhirnya masyarakat memiliki penghasilan tambahan dan juga lingkungan yang lebih sehat dan bersih. Sebuah program yang bukan hanya mampu mengatasi masalah sampah di Indonesia saat ini juga membantu perekonomian rakyat. Ekonomi sirkular Indonesia yang memaksimalkan potensi masyarakat, penggunaan sumber daya, dan menekan kerusakan lingkungan. Semoga akan semakin banyak masyarakat yang lebih peduli dan ikut merasakan manfaat dari bank sampah.



Komentar